Pemerintah Desa Sumbersari Sambut Tim KKN-PPM UGM Karsa Srono
Pererat Silaturahmi, Tim KKN-PPM UGM Karsa Srono Kunjungi KAGAMA Banyuwangi
Mahasiswa KKN-PPM UGM Karsa Srono Laksanakan Penomoran dan Sosialisasi Neck Tag Ternak Kambing di Desa Sumbersari
Tingkatkan Kesadaran Remaja, Tim KKN-PPM UGM Karsa Srono Gelar Penyuluhan Bahaya Merokok dan Narkoba
Srono, Banyuwangi – Tim KKN-PPM UGM Karsa Srono menyelenggarakan kegiatan penyuluhan bahaya merokok dan narkoba bagi siswa kelas IX SMP Negeri 2 Srono sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran remaja terhadap pentingnya menjaga kesehatan dan menghindari perilaku berisiko. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada edukasi kesehatan dan pembentukan karakter generasi muda.
Penyuluhan menghadirkan materi mengenai kandungan zat berbahaya dalam rokok, dampak penyalahgunaan narkoba terhadap kesehatan fisik dan mental, serta konsekuensi sosial maupun hukum yang dapat ditimbulkan. Materi disampaikan secara komunikatif dengan memadukan presentasi, diskusi, dan sesi tanya jawab sehingga peserta dapat memahami informasi secara lebih menyeluruh.
Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Peserta aktif mengajukan pertanyaan, menyampaikan pendapat, serta mengikuti berbagai aktivitas interaktif yang bertujuan mengukur pemahaman mereka mengenai bahaya rokok dan narkoba. Melalui pendekatan yang partisipatif, penyuluhan tidak hanya menjadi sarana penyampaian informasi, tetapi juga ruang bagi siswa untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan mengambil keputusan yang tepat dalam menghadapi pengaruh negatif di lingkungan sekitar.
Melalui kegiatan ini, Tim KKN-PPM UGM Karsa Srono berharap para siswa semakin memahami pentingnya menerapkan pola hidup sehat serta memiliki komitmen untuk menjauhi rokok dan narkoba. Edukasi sejak usia sekolah dinilai menjadi langkah preventif yang efektif dalam menciptakan generasi muda yang sehat, berkarakter, dan mampu menjadi agen perubahan di lingkungan sekitarnya.
Kegiatan penyuluhan ini juga mencerminkan sinergi antara Tim KKN-PPM UGM Karsa Srono dan SMP Negeri 2 Srono dalam mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang sehat, aman, dan kondusif bagi tumbuh kembang peserta didik. Kolaborasi ini diharapkan dapat terus berlanjut melalui berbagai program edukatif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Tim KKN-PPM UGM Karsa Srono Gelar Edukasi Pencegahan Pernikahan Dini bagi Kader Posyandu di Desa Sumbersari
Srono, Banyuwangi – Tim KKN-PPM UGM Karsa Srono menyelenggarakan kegiatan edukasi mengenai pencegahan pernikahan dini di Desa Sumbersari, Kecamatan Srono, Kabupaten Banyuwangi. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan kader Posyandu sebagai mitra strategis dalam memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat, khususnya remaja dan keluarga.
Penyuluhan bertujuan meningkatkan pemahaman peserta mengenai berbagai dampak pernikahan dini, baik dari aspek kesehatan, pendidikan, sosial, maupun ekonomi. Dalam pemaparannya, Tim KKN-PPM UGM Karsa Srono menjelaskan bahwa pernikahan pada usia yang belum matang berpotensi meningkatkan risiko komplikasi kehamilan, menghambat keberlanjutan pendidikan, serta memengaruhi kualitas hidup dan kesejahteraan keluarga di masa mendatang.
Materi disampaikan secara komunikatif melalui paparan interaktif, diskusi, dan sesi tanya jawab. Para peserta tampak antusias mengikuti jalannya kegiatan dengan berbagi pengalaman, menyampaikan pandangan, serta mendiskusikan berbagai tantangan yang dihadapi dalam upaya memberikan pendampingan kepada remaja di lingkungan masing-masing. Suasana diskusi yang terbuka diharapkan dapat memperkuat pemahaman kader Posyandu dalam menyampaikan informasi yang tepat kepada masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Tim KKN-PPM UGM Karsa Srono berharap para kader Posyandu dapat menjadi agen edukasi di tingkat desa yang mampu mengedukasi keluarga dan remaja mengenai pentingnya perencanaan kehidupan berkeluarga, kesehatan reproduksi, serta kesiapan fisik, mental, dan ekonomi sebelum memasuki jenjang pernikahan. Peran aktif kader Posyandu dinilai penting dalam mendukung upaya pencegahan pernikahan dini melalui pendekatan yang dekat dengan masyarakat.
Kegiatan edukasi ini menjadi wujud kolaborasi antara Tim KKN-PPM UGM Karsa Srono, Pemerintah Desa Sumbersari, dan kader Posyandu dalam membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya mempersiapkan generasi muda yang sehat, berpendidikan, dan memiliki masa depan yang lebih baik. Diharapkan, sinergi tersebut dapat terus berlanjut melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di Desa Sumbersari.
Belajar Kesehatan dengan Cara Menyenangkan melalui Kegiatan Dokter Kecil di SD Negeri 4 Sumbersari
Srono, Banyuwangi – Mahasiswa KKN-PPM UGM Karsa Srono melaksanakan kegiatan Dokter Kecil bersama siswa-siswi SD Negeri 4 Sumbersari. Kegiatan ini menjadi sarana edukasi bagi siswa untuk mengenal pentingnya menjaga kesehatan diri, memahami berbagai macam emosi dan perasaan, serta membangun kebiasaan hidup sehat sejak usia dini. Materi disampaikan secara interaktif dengan memanfaatkan media visual dan permainan sederhana agar siswa dapat lebih mudah memahami materi yang diberikan.
Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias dan keceriaan. Para siswa turut aktif berpartisipasi dalam setiap sesi, mulai dari mengenali berbagai ekspresi emosi hingga mengikuti aktivitas bersama. Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa dapat lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan fisik dan emosional serta mampu menerapkan perilaku hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Mahasiswa KKN-PPM UGM Karsa Srono Lakukan Edukasi Penyakit Zoonosis kepada Siswa SD Negeri 4 Sumbersari
Srono, Banyuwangi – Meningkatnya kasus leptospirosis di Jawa Timur menjadi pengingat penting akan bahaya penyakit zoonosis, yaitu penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia. Pada awal tahun 2026, risiko penularan leptospirosis kembali meningkat seiring musim hujan yang masih berlangsung. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, di Jawa Timur tercatat 487 kasus leptospirosis sepanjang Juli 2025, menjadikannya salah satu provinsi dengan jumlah kasus tertinggi di Indonesia. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit zoonosis melalui edukasi sejak usia dini.
Menanggapi kondisi tersebut, mahasiswa KKN-PPM Universitas Gadjah Mada (UGM) Tim KARSA Srono menyelenggarakan kegiatan Edukasi Pengenalan dan Pencegahan Penyakit Zoonosis di SD Negeri 4 Sumbersari, Kecamatan Srono, Kabupaten Banyuwangi. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa mengenai berbagai penyakit zoonosis yang umum dijumpai di lingkungan sekitar, seperti leptospirosis, rabies, antraks, avian influenza (flu burung), dan toksoplasmosis, beserta cara penularan dan langkah-langkah pencegahannya. (20/7).
Materi disampaikan secara interaktif melalui presentasi PowerPoint, video edukasi, serta diskusi bersama siswa. Untuk memperkuat pemahaman, siswa juga mengerjakan lembar kerja (worksheet) yang berisi aktivitas mengenali penyakit zoonosis, sumber penularannya, serta perilaku yang tepat untuk mencegah penyebaran penyakit.
Kegiatan berlangsung dengan antusias. Siswa aktif mengikuti pemaparan materi, berdiskusi, serta menyelesaikan lembar kerja yang diberikan. Melalui pendekatan yang menarik dan mudah dipahami, siswa diajak menyadari pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan, mencuci tangan setelah berinteraksi dengan hewan, serta menghindari kontak dengan hewan yang sakit sebagai langkah sederhana untuk mencegah penyakit zoonosis.
Melalui kegiatan ini, tim KKN-PPM UGM Karsa Srono berharap edukasi sejak usia dini dapat meningkatkan kesadaran anak-anak terhadap risiko penyakit zoonosis sekaligus menumbuhkan perilaku hidup bersih dan sehat. Dengan bekal pengetahuan tersebut, siswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan di lingkungan keluarga maupun masyarakat dalam upaya mencegah penyebaran penyakit zoonosis.