Srono, Banyuwangi – Di balik namanya yang sederhana, Desa Sumbersari menyimpan kisah tentang hubungan erat masyarakat dengan sumber daya alam yang menjadi penopang kehidupan. Desa yang berada di Kecamatan Srono, Kabupaten Banyuwangi, ini dikenal sebagai salah satu wilayah yang berkembang dari kawasan agraris yang bergantung pada ketersediaan air untuk kebutuhan sehari-hari dan pertanian.Secara administratif, wilayah desa terbagi ke dalam lima dusun, yakni Dusun Krajan, Pekiringan, Rimpis, Semalang, dan Suwaluh. Pembagian wilayah tersebut menjadi bagian dari struktur pemerintahan desa yang masih berlaku hingga saat ini.Asal-usul nama Sumbersari diyakini berasal dari dua kata, yaitu sumber yang berarti mata air dan sari yang bermakna inti atau sesuatu yang penting bagi kehidupan. Menurut cerita yang berkembang di masyarakat, nama tersebut diberikan karena adanya sumber mata air yang menjadi penopang utama kehidupan warga sejak masa awal permukiman. Tradisi lisan masyarakat menyebutkan bahwa sekitar tahun 1826, kawasan yang kini menjadi Desa Sumbersari masih berupa hutan dengan jumlah penduduk yang terbatas. Seiring bertambahnya penduduk dan pembukaan lahan, masyarakat menemukan sumber mata air yang jernih dan melimpah sehingga dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga maupun pertanian.Keberadaan sumber air tersebut kemudian menjadi faktor penting dalam perkembangan permukiman. Air tidak hanya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi juga mendukung aktivitas pertanian yang menjadi mata pencaharian utama masyarakat. Dari sinilah nama Sumbersari dipercaya mulai digunakan dan diwariskan dari generasi ke generasi sebagai identitas desa. Namun demikian, hingga saat ini belum ditemukan dokumen historis resmi yang secara rinci mencatat proses penamaan maupun tahun berdirinya desa, sehingga kisah tersebut masih tergolong sebagai sejarah lisan masyarakat.Dalam perkembangannya, Desa Sumbersari terus tumbuh menjadi bagian penting dari Kecamatan Srono. Berbagai fasilitas pendidikan, pemerintahan, dan pelayanan masyarakat berkembang seiring meningkatnya kebutuhan penduduk. Keberadaan kantor desa, lembaga pendidikan, serta berbagai program pembangunan menunjukkan proses transformasi desa dari kawasan permukiman awal menjadi wilayah yang lebih maju dan terorganisasi.Meski mengalami berbagai perubahan, nilai historis yang melekat pada nama Sumbersari tetap menjadi bagian penting dari identitas masyarakat. Kisah mengenai mata air sebagai sumber kehidupan tidak hanya menjadi cerita masa lalu, tetapi juga mencerminkan hubungan erat antara manusia dan lingkungan yang membentuk karakter desa hingga saat ini.Sumber
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Daftar Desa Kecamatan Srono.
Profil Desa Sumbersari, Kecamatan Srono, Kabupaten Banyuwangi.
Vita Ainu R., Asal-Usul Nama Desa Sumbersari Kecamatan Srono Kabupaten Banyuwangi.
Catatan Redaksi: Informasi mengenai asal-usul nama Desa Sumbersari berasal dari tradisi lisan masyarakat yang telah dipublikasikan dalam tulisan mengenai sejarah desa. Oleh karena itu, bagian tersebut perlu dipahami sebagai sejarah lokal yang hidup di tengah masyarakat dan bukan sebagai catatan sejarah resmi yang sepenuhnya didukung arsip tertulis.